Lafazd Doa Berbuka Puasa yang Sah


Bismillah ….

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ:  ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: “Dzahabadz Dzama’u, Wabtalatil ‘Uruuqu wa Tsabatal Ajru, Insyaa Allah” (HR. Abu Dawud, 2/306 no. 2357, an-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra, 2/255, ad-Daruquthni, 2/185, al-Baihaqi, 4/239, dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhu dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullaahu).

Jadi, dari hadits di atas bahwa lafadz doa berbuka puasa yang benar sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

DZAHABADZ DZAMA’U, WABTALATIL ‘URUUQU WA TSABATAL AJRU, INSYAA ALLAH

“Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat serta telah tetap pahala, insya Allah.”

Adapun untuk doa berbuka puasa ramadhan yang sudah memasyarakat di lingkungan kita adalah

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

ALLAAHUMMA LAKASUMTU WABIKA AAMANTU WA’ALAA RIZQIKA AFTHORTU BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN

“Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Rabb Yang Maha Pengasih.”

Lafadz bacaan doa berbuka puasa di atas memang sudah menjamur di masyarakat kita dan banyak disampaikan oleh dai-dai kita untuk membaca doa tersebut saat berbuka puasa ramadhan.
Namun ternyata lafadz doa berbuka puasa ramadhan di atas tidaklah benar, karena doa tersebut bersumber dari hadits yang lemah (dhaif). Doa dengan redaksi ini diriwayatkan Abu Daud dalam Sunan-nya no. 2358 secara mursal (tidak ada perawi sahabat di atas tabi’in), dari Mu’adz bin Zuhrah. Sementara Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in, sehingga hadis ini mursal. Dalam ilmu hadis, hadis mursal merupakan hadis dhaif karena sanad yang terputus. Doa di atas juga dinilai dhaif oleh Al-Albani, sebagaimana keterangan beliau di Dhaif Sunan Abu Daud 510 dan Irwaul Gholil, 4:38.
Hadis semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath-Thabrani dari Anas bin Malik. Namun sanadnya terdapat perawi dhaif, yaitu Daud bin Az-Zibriqan, dia adalah seorang perawi matruk. Al-Hafidz ibnu Hajar mengatakan “Sanad hadits ini dhaif, karena di sana ada Daud bin Az-Zibriqan, dan dia perawi matruk.” (At-Talkhis Al-Habir, 3:54).